Cara Membedakan Dedak Dengan Sekam Giling

Cara Membedakan Dedak Dengan Sekam Giling

Cara Membedakan Dedak Dengan Sekam Giling – Hello guys saya ingin tanya apakah anda pernah membeli dedak untuk unggas anda? untuk anda yang tinggal di daerah pasti pernah kan membeli dedak untuk makanan unggas anda.

Tapi apakah kalian tahu ternyata ada beberapa toko yang mejual dedak tetapi bukan dedak asli, nah loh trus kalau bukan dedak jadi apa dunk, ternyata yang dijual toko yang nakal biasanya dia menjual sekam giling yang sekilas seperti dedak.

Dan juga banyak toko makanan ternak yang mencampur dedak dengan sakam giling, yang dimana membuat mereka bisa untuk besar, jika anda membaca artikel ini saya akan memberikan beberapa perbedaan yang bisa anda peraktekan mana dedak dan sekam giling.

Cara Membedakan Dedak Dengan Sekam Giling

Yang pertama membedakan dedak dengan sekam giling adalah dengan merendam dedak dan sekam, dengan metode alami ini anda nantinya bisa membedakan maka dedak mana sekam giling. walaupun kedua itu terbuat dari gilingan gabah padi.

Jika anda rendam sebagina besar dedak akan tenggelam jika di taruh kedalam air, karena dedak banyak mengandung butiran beras yang hancur waktu penggilingan gabah padi, Butiran ini adalah karbohidrat sederhana yang mudah menyerap air sehingga pasti akan berikatan dengan air dan tenggelam di dasar.

Namun tidak semua dedak itu akan tenggelam tetapi ada juga yang tidak tenggelam, karena sisah yang tidak tenggelam karena sisah dari serat gabah waktu di giling.

Sekam giling semuanya terapung

Dan untuk sekam giling jika di taruh kedalam air maka 80 dari 100 persen semuanya terapung, Sekam atau kulit beras tersusun atas selulosa, lignin dan silika. Zat ini sulit berikatan dengan air serta memiliki massa jenis yang lebih rendah dari air. ini yang menyebabkan sekam giling terapung.

Jika anda membeli dedak dan anda taruh di air dan dedaknya terapung semua, selamat anda sudah tekena tipu oleh penjual, dengan anda membaca artikel ini saya harap anda bisa membeli dedak denga berhati – hati sehingga anda tidak ketipu lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *